GUNUNG MERAPI DAN MISTERI PUNCAK LIMAS
Di
satu kesempatan saat saya dan seorang teman sedang menikmati kuliner kota
jogja, tanpa sengaja kami mendengar pembicaraan sekelompok anak muda yang
kebetulan duduknya di sebelah meja makan kami berencana akan melakukan sebuah
pendakian gunung, kalau dilihat dari postur dan gaya bicaranya mereka adalah
anak kuliahan kira-kira semester ¾. Didengar dari pembicaraannya nampaknya
mereka masih bingung dan masih berdebat soal gunung mana yang kira-kira akan
penjadi tujuan pertama dari pendakian mereka. Tiba-tiba salah satu dari mereka
bersuara “bagaimana kalau kita mendaki gunung merapi terlebih dahulu, kan tidak
terlalu tinggi hanya 2.930 Mdpl, ya hitung-hitung pemanasan sebelum nanti kita mendaki gunung merbabu,
bagaimana kawan-kawan ?” dan kompak yang lain menjawab “setuju”.
Saya
dan teman saya yang mendengar pembicaraan itu hanya geleng-geleng kepala dan
hanya berkata didalam hati, nak mungkin kalian belum merasakan bagaimana
terjalnya gunung merapi. saya secara pribadi tidak menyarakan kepada pendaki pemula untuk mendaki gunung merapi karena itu terlalu beresiko. Sebenarnya ingin juga memberi masukan, namun karena
bukan termasuk pendaki profesinal niatan tsb di cegah teman saya, dia
mengatakan “nanti saja, sekarang makan saja dulu, biarkan mereka berdiskusi. Nanti
sebelum pulang kita kasi masukan. Kalau diterima ya sukur kalau enggak ya nggak
apa-apa.
Gunung
merapi termasuk salah satu gunung berapi aktif di Indonesia yang termasuk dalam
daerah cincin api. Siklus meletusnya adalah empat tahun sekali. Namun hingga
letusan terakhir pada tahun 2010 gunung berapi belum meletus lagi sampai 2016
yang terlihat beberapa kali batuk.
Bagi
saya, mendaki gunung merapi merupakan perjalanan yang sangat terjal. Bagaimana tidak,
hampir tidak ada perjalanan yang landai. Semuanya menanjak, dimulai dari
basecamp menuju new selo kita sudah dihadapkan dengan perjalanan aspal menajak.
Setelah itu kita mulai disapa dengan track tanah padat menuju pos bayangan yang
melewati kebun penduduk diperlukan waktu sekitar satu jam perjalanan sebelum
sampai pos bayangan untuk beristirahat. Sampai disana kita selesai dengan trek
tanah padat, kita kemudian disambut dengan trek berbatu menuju pos 1,
perjalanan akan berkisar kira-kira 1,5-2 jam. Kemudian perjalanan dari pos satu
ke pos dua membutuhkan waktu sekitar 1-1,5 jam.
Perjalanan
selanjutnya menuju pasar bubrah, disini kita akan berhadapan dengan trek full
bebatuan, tidak hanya itu, bebatuan tersebut ternyata juga sangat rawan jatuh
jadi kita harus ekstra hati-hati karena bisa saja ada bebatuan yang tiba-tiba
menggelinding dari atas, selain itu juga perhatikan apa yang kita pijak karena
salah memilih pijakan akan mengakibatkan kita terjatuh setelah 1-1,5 jam
perjalanan kita akan sampai ke pasar bubrah (Pasar bubrah atau yang
lebih dikenal dengan sebutan pasar setan merupakan kisah misteri yang sangat
terkenal di kalangan para pendaki gunung) pasar bubrah merupakan pos terakhir
di kaki puncak gunung merapi. Lokasinya luas, tanah pasir dan sangat tandus.
di pasar bubrah inilah biasanya orang-orang mendirikan tenda sebelum mereka menuju puncak merapi. perjalanan ke puncak sendiri membutuhkan waktu kira-kira 1 jam dengan trek berpasir, istilah 'MAJU SELANGKAH MUNDUR DUA LANGKAH" akan berlaku disini, karena memang pasirnya agak dalam serta kita akan sedikit kesusahan untuk melangkah, belum lagi batu-batu besar di atas yang sewaktu-waktu dapat menggelinding ke bawah. setelah melewati itu semua kita akan sampai ke puncak.
perlu hati-hati guys, karena jurang yang menganga serta kepulan asap belerang pekat akan menyambut setibanya tiba di atas. oh ya saya tidak menyarankan untuk menuju puncak limas (puncak garuda yang hilang karena letusan gunung merapi tahun 2010) karena untuk mencapainya kita harus merayap di tebing belum lagi tiupan angin yang sangat kencang, terpeleset sedikit saja kawah merapi siap menanti. jangan sampai tragedi Erri Yunanto terulang kembali.
“Janganlah menantang alam. Gunung bisa menjadi teman, tetapi juga bisa
mematikan. Janganlah ceroboh. Ingatlah puncak hanyalah bonus"(Quotes)



Didengar dari pembicaraannya nampaknya mereka masih bingung dan masih berdebat soal gunung mana yang kira-kira akan penjadi tujuan pertama dari pendakian mereka.
ReplyDeletehttp://www.sateayam.net/