MEMAKNAI SELEMBAYUNG
sumber gambar: Koleksi pribadi (dari balai kajian dan pengembangan budaya melayu Yogyakarta)
Arsitektur tradisional merupakan suatu bangunan dan lingkungannya, yang bentuk, struktur, fungsi, ornamen dan cara pembuatannya diwariskan secara turun temurun yang berfungsi sebagai wadah bagi aktifitas kehidupan manusia. Rumah tradisional Melayu merupakan salah satu komponen budaya Melayu dalam konteks arsitektur dirancang dan dibangun dengan kreatifitas dan kemampuan estetika oleh masyarakat Melayu sendiri mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk memperindah atau menghiasi sesuatu dalam sebuah karya arsitektur. motif dasar dari ornamen arsitektur tradisional Melayu Riau pada umumnya bersumber dari alam, yaitu terdiri atas flora dan fauna dan benda-benda lainnya. Benda-benda tersebut kemudian diubah menjadi bentuk-bentuk tertentu baik menurut bentuk asalnya seperti bunga-bungaan maupun dalam bentuk yang telah dimodifikasi sehingga tidak lagi memperlihatkan wujud asalnya, tetapi haya menggunakan namanya saja seperti itik pulang petang, itik sekawan, semut beriring dan lebah bergantung.
Selembayung atau disebut juga Sulo Bayuang atau Tanduk Buang adalah hiasan yang terletak bersilang pada kedua ujung perabung bangunan. pada bagian bawah ada kalanya diberi pula hiasan tambahan seperti tombak terhunus, menyambung kedua ujung perabung. Selembayung mengandung beberapa makna antara lain: (1) Tanduk Bangunan: selembayung membangkitkan seri dan cahaya bangunan; (2) Pekasih Bangunan: lambang keserasian dalam bangunan; (3) Pasak Atap: lambang hidup dan tahu diri; (4) Tangga Dewa: lambang tempat turun para dewa, mambang, akuan, soko, keramat dan sisi yang membawa keselamatan bagi manusia; (5) Rumah Beradat: tanda bahwa bangunan itu adalah tempat kediaman orang berbangsa, balai atau tempat orang patut-patut; (6) Tuan Rumah: yakni sebagai lambang bahwa bangunan itu mendatangkan tuah kepada pemiliknya; (7) Lambang keperkasaan dan wibawa; (8) Lambang kasih sayang.
sumber: Indonesian Journal of Conservation Vol. 2 No. 1 - Juni 2013 hlm. 53-54 Selembayung sebagai Identitas Kota… — Gun Faisal & Dimas Wihardyanto

0 comments: