KESALAHAN UMUM DALAM BERPUASA (SAHUR DAN BERBUKA)

13:00:00 Unknown 0 Comments



sumber gambar: http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2015/06/20/556766/670x335/menghormati-yang-tak-puasa-kenapa-tidak.jpg
  • Kesalahan pertama adalah banyak orang yang melewatkan sahur 
  • Kesalahan kedua adalah beberapa orang, mereka kadang sahur terlalu cepat yaitu mereka sahur satu dan dua jam sebelum waktu fajar (subuh). Faktanya sahur adalah berkah, setiap muslim harus melakukannya. Dan Nabi berkata “kita harus menunda sahur selambat mungkin, kita melakukannya hanya sebelum fajar” .
  • Kesalahan ketiga, mereka menunda untuk berbuka, mereka mengundur waktu berbuka puasa, dan Nabi Muhammad SAW Berkata “orang-orang akan berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa” (Muttafaqun Alaihi). itu berarti, segerakanlah berbuka puasa setelah terbenamnya matahari.
  • Kesalahan umum yang ke empat  adalah banyak ummat muslim, mereka membaca doa yang tidak autentik  selama berbuka puasa. Doa yang paling autentik berkenaan dengan berbuka puasa adalah dzahaba-dz Dzama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, In sya Allah” yang artinya “telah hilang dahaga, urat-urat tekah basah, dan tekah diraih pahala, In sya Allah” (HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279, Al-Bazzar dalam Al-Musnad 5395, dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390. Hadis ini dinilai hasan oleh Al-Albani.
  • Beberapa orang dari kita ketika membaca doa ini (doa berbuka puasa) mereka mengucapkannya sebelum waktu berbuka puasa atau sebelum mereka memasukkan (minuman/makana) ke mulut, hal ini bertentangan dengan makna dari doa itu. Maknanya mengatakan bahwa “hausku telah hilang” (dzahaba-dz Dzama’u Wabtalati-l ‘Uruuqu) “telah hilang dahaga, urat-urat tekah basah". Hausmu tidak hilang sebelum kamu berbuka puasa. Jadi normalnya doa itu harus diucapkan setelah kamu minum dan kamu merasa cukup. Mungkin beberapa saat setelah kamu berbuka baru kemudian kamu bisa mengucapkan doa ini dzahaba-dz Dzama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, In sya Allah”  yang artinya “telah hilang dahaga, urat-urat tekah basah, dan tekah diraih pahala, In sya Allah”.
*disadur dari berbagai sumber



0 comments: