es krim "OEN",

"Toko Oen Die Sinds 1930 Ann De Gasten Gezelligheid Geeft"

12:11:00 Unknown 0 Comments



masih dari malang guys, saat itu hari kamis 28 Juli 2016. karena tidak ada jadwal pelatihan di pagi hari kami memutuskan untuk berburu kuliner khas malang. perjalanan pagi itu kami mulai dengan membuat "list" makanan apa saja yang harus dicicipi pada hari itu, karena waktu yang terbatas kurang lebih hanya 4 jam (termasuk perjalanan dari dan menuju hotel) dan pada jam 1 siang kami harus kembali mengikuti kegiatan, kami pun memutuskan hanya akan ke toko es krim legendaris "OEN" dan terpaksa mencoret "BAKSO" dari list perjalanan.

dan perjalanan pun dimulai. 

karena perjalanan dari hotel menuju es krim "OEN" lumayan jauh kami memutuskan untuk menggunakan taksi. setelah 20 menit perjalanan kamipun akhirnya sampai di lokasi. nuansa tokonya (arsitektur, ornamen dan interiornya) cukup membuat kami seakan kembali ke tahun 1930an "klasik". tidak lama kemudian pelayan "OEN" datang menghampiri dan bertanya kira-kira menu apa yang akan kami pesan. setelah melihat menu saya memutuskan untuk membeli "corn ice cream" karena saya memang cinta mati dengan yang namanya jagung..

Toko Oen sendiri berdiri pertama kali di kota Yogyakarta pada tahun 1922 oleh seorang Tionghoa peranakan Belanda yang bernama Liem Goe Nio.  Karena memiliki masakan yang cukup terkenal, kemudian Toko Oen membuka cabang di beberapa kota di Indonesia, seperti di Semarang, Jakarta, dan juga Malang. Namun, seiring dengan perkembangan jaman, Toko Oen di Yogyakarta dan Jakarta akhirnya tutup, hanya tinggal toko di Malang dan Semarang saja yang masih buka. Toko di Semarang diambil alih oleh cucu Liem yaitu Yenny Megaputri. Pada tahun 1997, Toko Oen membuka cabang di Delf, Belanda, kemudian pada tahun 2000 membuka cabang kembali di kota Den Haag. Pada perkembangan selanjutnya, Toko Oen di Kota Malang dijual kepada seorang pengusaha yang bernama Dany Mugiato.

Soal rasa memang es krim di sini tergolong biasa dibandingkan dengan es krim-es krim pada jaman kini yang terasa susu dan krim-nya. Es krim jadul memiliki tekstur yang lebih kasar, sekilas mirip dengan es lilin teksturnya ketika masuk ke dalam mulut, namun lebih halus dan rasa susunya lebih terasa. Manisnya pas, tidak terlalu manis sekali dan tidak menimbulkan rasa eneg di mulut. tapi untuk harga memang sedikit agak mahal, Corn Ice Cream yang saya pesan saja dibandrol dengan harga 45.000.

setelah puas menikmati es krim "OEN" kami pun memutuskan untuk pulang ke hotel, namun karena waktu yang masih lama, kami sepakat untuk mampir dulu ke "BAKSO BAKAR PAHLAWAN TRIP" sebelum akhirnya pulang ke Hotel.

0 comments: