AKU BER "WHATSAPP-an" MAKA AKU SEDANG BERPIDATO

23:10:00 Unknown 0 Comments




Hari ini lagi-lagi saya mendapatkan sebuah protes keras dari seseorang, bahkan ia mengancam tidak akan mau lagi berkirim pesan via whatsapp dan sejenisnya karena menurutnya bahasa yang saya gunakan itu terlalu teoritis, formal dan terkesan seperti sedang berpidato. Tapi jujur Ini bukan yang pertama kalinya saya mendapatkan teguran yang serupa bray, dulu juga pernah ada yang mengatakan begitu.

Dari kejadian di atas, kesimpulan sementara saya adalah, yang menyebabkan dua orang bertengkar itu tidak hanya karena salah faham saja tetapi juga karena  kelebihan faham atau kelebihan informasi yang diberikan, sebagaimana yang saya alami tadi. Karena kalau saya terus-terusan berkomunikasi seperti itu (berpidato) pesan saya tidak akan pernah lagi dibaca dan pada akhirnya komunikasi akan terputus. Selesai !

begitukah yang antum – antum rasakan saat berkomunikasi dengan saya ? 

kok saya merasa biasa aja ya ?

Apapun itu, terima kasih karena sudah mengingatkan, karena sejatinya kita memang tidak bisa menilai diri kita sendiri, kritik dan saran dari orang lain terhadap diri kita sangat penting dalam rangka memahami bagaimana karakter kita sebenarnya.tapi kalau menolak kritikan mah sama aja jadinya.

hanya klarifikasi saja, mungkin karena karakter asli saya pendiam kali ya, jadi kalau berbicara itu harus serius dan susah untuk di ajak melucu *pembelaan

0 comments: