MENGAPA KITA HARUS KEHILANGAN KATA ?
sumber gambar: http://ichef.bbci.co.uk/news/ws/624/amz/worldservice/live/assets/images/2016/01/06/160106161103_trisakti_640x360_ap.jpg
Mengapa kita harus lagi kehilangan kata,
Mengapa kita harus lagi kehilangan kata,
Apakah mereka lupa mengajarimu cara bertanya ?
Dimana kau sembunyikan gentar haru suaramu ?
Suara yang telah hampir mengusik segala impian mu
Suara yang telah mengantarmu untuk tak selesai mengeja kata demi kata Apa
yang kau takutkan,
sedang ringis dan tangis masih begitu mendidih Masih terasa begitu perih,
Mahasiswaku,
kaku menerima kenyataan yang begitu membuat linu.
Siapa,
siapa yang tega menggambil jiwa-jiwa mudamu ?
dan menyulap menjadi batu-batu pejabat tanah layu para pembaharu
Mengapa Kita harus lagi kehilangan kata
Apakah mereka lupa mengajarimu cara bertanya..?
Dimana kau simpan beranimu, ?
mengapa kau keruhkan merah darahmu ?
Mengapa kau tekuk dagu dan pahamu.?
Apakah yang menghantui pikiranmu
Apakah yang menyumbat laju derasnya mata air kesadaranmu.
Mahasiswaku,
Dipermak menjadi boneka-boneka cantik yang lucu,
Mahasiswaku
digiring kedalam tangki-tangki pendidikan yang tak berpijak pada
kenyataan
Mahasiswaku,
disandra aneka rekayasa pencerahan ber-aroma kebohongan
Mahasiswaku,
disihir segala regulasi dunia pendidikan dunia tinggi Yang
berbau peti mati.
Dengan dalih akslerasi, kompetensi,
Dengan dalih akreditasi, kualifikasi dan kapitalisme
Mereka membayar untuk
menjadi korban, Menjadi sapi perahan dari impian2 kemapanan
Demi itu, mereka jauhkan paket kaku aneka ilmu beku
Demi itu, mereka packing cara pandang laut tanpa akar tanpa kaum
Mereka meninggalkan realitas panas kaum tertindas
Terbang melayang ditengah pikiran, meraih angan-angan hari depan yang tak
pernah bisa mereka petakan
Ancaman melucuti nalar mereka pada kenyataan
Kepintaran yang dipaksakan dengan segudang bahan ajar yang diracik
para begedik dari negri kaum jurik
Melenakan mereka dalam angan-angan panjang
impian kemapanan yang takkan pernah
bisa datang Kecuali dengan KO..RUP...SI...
Kecakapan yang di suap-suapkan
dengan metoda dan media dari negeri para dermawan
Memisahkan mereka dari tanah
dan air, dari alam, dari keringa manusia dilingkungan disekitar mereka.
Mahasiswa,...
Mahasiswa..
Mahasiswa...
*puisi ini
dipentaskan saat pelantikan BADKO HMI Jateng -DIY pada tahun 2012 di semarang,
saya lupa nama kader yang mementaskan ini, tapi saya yakin dia akan memberi
izin untuk me-repost apa yang sudah ditampilkan

0 comments: